Skip to main content

Perbedaan Blogger dan Internet Marketer


Beda. Keduanya sangat berbeda. Blogger dan internet marketer adalah dua entitas atau identitas yang berbeda.

Memang, seringkali keduanya disamakan dan mayoritas orang hampir tidak bisa melihat perbedaan blogger dan internet marketer. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang teramat sangat besar.

Bisa dimaklumi kalau kedua istilah tersebut seperti tercampur aduk dan menimbulkan kerancuan sehingga keduanya terlihat serupa. Banyak blogger menggunakan tehnik yang dipergunakan oleh para internet marketer. Di sisi lainnya, banyak internet marketer yang menggunakan blog dan gaya penulis informal ini untuk merealisasikan targetnya.

Hasilnya, yang terlihat adalah keduanya sama.

Perbedaan blogger dan internet marketer


Tidak mudah untuk bisa mengidentifikasinya. Bahkan, tidak mungkin untuk membuat definisi dan pembeda yang jelas antara keduanya di maasa sekarang.

Meskipun demikian, mungkin sedikit definisi tentang kedua istilah tersebut bisa memberikan gambaran tentang apa perbedaan antara blogger dan internet marketer.

Blogger : orang yang menulis dan mengelola blog. Blog sendiri adalah semacam online jurnal atau diari.Kegiatannya disebut blogging atau dalam bahasa Indonesia, ngeblog.

Tujuan dasar blogging atau ngeblog adalah untuk menuangkan pemikiran, ide, gagasan, pendapat, dari si blogger.

Internet marketer : seseorang yang melakukan kegiatan internet marketing, atau pemasaran dengan memakai media internet.

Pemasaran sendiri adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meyakinkan orang untuk membeli "sesuatu" atau sebuah produk, yang bisa berupa jasa atau barang.

Sudah bisakah Anda menemukan perbedaannya dari sini?

Seharusnya sudah.

Inti dasarnya ada pada niat dan tujuannya. Memang medium yang dipergunakannya sama, yaitu internet. Tetapi, blogger bertujuan untuk berbagi/sharing, sedangkan internet marketer bertujuan untuk pada akhirnya menghasilkan "penjualan" dan profit.

Itulah perbedaan utama dan paling mendasar dari dua istilah tersebut.

Sikap Mental Yang Berbeda


Perbedaan niat atau tujuan sendiri menghasikan dua buah sikap mental yang berbeda, dan harus berbeda.

Seorang blogger, karena niatannya, setidaknya pada awalnya, adalah berbagi cerita atau gagasan, akan seperti tenggelam dalam dunianya sendiri.

Mereka akan enjoy dan merasa bahagia ketika mereka menulis tentang pengalaman-pengalaman kecil, pengetahuan-pengetahuan sepele. Jarang yang peduli apakah tulisannya akan dihargai atau dinilai baik oleh yang membaca, seringkali bahkan mereka tidak peduli apakah ada yang mau membaca atau tidak.

Tujuan mereka sudah tercapai ketika sebuah tulisan diterbitkan. Pembaca dan ketenaran adalah sebuah bonus dan bukan tujuan utama.

Sebaliknya, seorang internet marketer akan memiliki sikap mental sebaliknya.

Mereka harus menetapkan target di awal, yaitu penjualan dan harus terus berusaha merealisasikan targetnya itu. Tidak boleh tidak harus tercapai dengan berbagai cara.

Pembaca adalah pasar utamanya karena mereka tidak sekedar dianggap pembaca, tetapi sebagai calon mangsa yang harus diyakinkan agar mau membeli. Jika pembaca bisa diubah menjadi pembeli dari apa yang hendak dijualnya.

Sikap mentalnya tidak beda dengan para phone marketing, pantang menyerah dan akan terus membujuk.

Blogger dan internet marketer berada pada dua kutub yang berbeda dan berseberangan.

Blog-marketer Lahir?


Tetapi, itu dalam tataran niat dan target. Tentunya, tidak bisa orang lain menebak dan mengetahui niat apa yang ada di dalam hati seseorang. Hanya orang tersebut dan Tuhan yang tahu.

Secara kasat mata, keduanya akan mirip. Terutama karena keduanya, belakangan ini, banyak menggunakan medium yang sama, blog.

Belum lagi ketika istilah monetisasi blog merebak bak jamur di musim hujan. Semua blogger berlomba-lomba hijrah dari sekedar berbagi informasi, ide, dan pengetahuan menjadi para pengejar rente dan uang.

Niatan idealistis blog sebagai media sharing dan berbagi bisa dikata "hampir" punah karena kebanyakan blogger yang terjun setelah blog sebagai ladang penghasil uang dilahirkan, tidak lagi berniat hanya sekedar berbagi. Mereka menginginkan uang.

Para blogger pengejar rente ini mengadopsi berbagai tips dan trik yang dilakukan oleh para internet marketer untuk membuat dagangan mereka laku. Tehnik-tehnik Search Engine Optimization, perburuan backlink, giveaways, blogwalking adalah berbagai jenis tehnik promosi yang sudah dianggap sebagai standar ngeblog.

Tujuannya agar blog mereka laku dan dikunjungi ribuan bahkan jutaan orang. Semakin banyak semakin baik karena dengan itu penghasilan dari klik iklan akan meningkat dan mereka bisa mendapatkan profit atau keuntungan.

Tetapi, tetap saja mereka blogger. Meskipun sikap dan tingkah para blogger pemburu rente ini tetap bermotifkan uang, tetapi mereka tidak bertujuan menghasilkan "penjualan". Yang mereka jual hanyalah blog atau tulisan mereka.

Padahal target utama seorang internet marketing adalah "penjualan" sebuah produk atau jasa.

Posisi, para blogger ini seperti berada di tengah-tengah. Mereka tetap berbaju blogger, tetapi bertingkah laku seperti internet marketer.

Mau disebut sebagai blogger susah karena orientasinya sudah money oriented. Kalau disebut internet marketer, mereka tidak bertujuan melakukan penjualan. Sikap mentalnya bukan blogger, tetapi juga tidak 100% internet marketer.

Lalu apa istilah buat blogger seperti ini?

Yah, itu sih terserah pada diri masing-masing mau menyebut kalangan di tengah-tengah ini apa. Mau blogger boleh, mau internet marketer boleh.

Tetapi, saya pilih menyebut mereka sebagai "BLOG MARKETER".



Mereka yang memanfaatkan medium blog untuk melakukan pemasaran produk atau jasa atau blog mereka sendiri dan/atau mendapatkan profit dari blog yang mereka kelola.


Blogger Murni Itu Masih Ada


Kenapa seperti ada pembagian seperti ini? Karena kenyataannya di dunia maya masih banyak blogger yang benar-benar menerapkan ide awal ketika blog lahir. Berbagi!

Di dunia maya masih banyak orang-orang yang begitu menikmati menulis dan ngeblog bahkan tanpa berpikir untuk menghasilkan uang atau monetisasi blognya.

Tidak ada iklan. Tidak ada tulisan bersponsor. Tidak ada link afiliasi yang menawarkan produk dengan komisi. Bahkan mereka tidak memasarkan blognya sendiri.

Jadi, mau tidak mau maka harus dijadikan sebuah kategori tersendiri, dan yang paling pantas mendapatkan label blogger murni.

Dimana posisi Maniak Menulis?


Sulit menilai diri sendiri tanpa menjadi bias, tetapi tetap harus dilakukan.

Maniak Menulis tidak melakukan promosi, pemiliknya tidak berburu backlink, tidak menggunakan trik SEO, tidak melakukan giveaways. Jadi, blogger murni?

Tidak juga.

Iklan Adsense terpajang di blog ini. Sebagai pemiliknya, saya sempat terkena demam berburu rente dan uang dari iklan. Meskipun belakangan semakin menjauh dari menjadi blogmarketer, tetapi tetap saja, tidak bisa dan tidak adil kalau pemilik blog ini sebagai blogger murni.

Tetapi, disebut sebagai blog-marketer pun, tidak bisa juga. Berbagai ciri khas dan niatan sudah berubah posisi ke awal.

Jadi, kalau boleh saya sebut Maniak Menulis berada di antara posisi blogger murni dan blogmarketer. Tetapi, sudah pasti bukan Internet Marketer, karena saya tidak menjual apapun.

Bagaimana dengan Anda? Masuk dalam kategori mana kira-kira Anda sebagai blogger?

Boleh tahu?

Comments

  1. Saya sependapat dengan uraian pada artikel diatas,jadi saya tidak bisa berkomentar banyak, Pak Anton.

    Yang Terpenting buat saya menulis tulisan yang bermanfaat dan dibuat semenarik mungkin.

    ReplyDelete
  2. betul sekali kang.. keep the spirit on

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ngeblog Karena Uang ? Berhenti Jadi Blogger !

Serius ! Benar-benar serius. Itu saran saya kalau memang ada yang ngeblog karena uang, saya akan sarankan dengan segera untuk berhenti jadi blogger.

Upss. Tunggu sebentar. Jangan sewot dulu dan marah-marah. Juga jangan langsung saya melakukan penistaan terhadap blogger. Tidak, saran itu bukan untuk menghina dan merendahkan tujuan Anda ngeblog, justru sebaliknya.

Saran itu untuk kebaikan Anda sendiri.

Bukan tanpa alasan saran itu dikeluarkan, apalagi ditulis disini dan mungkin terbaca banyak rekan sesama blogger. Alasannya sudah dipikirkan dengan sangat matang.

Silakan lihat di bawah ini.

Ngeblog Karena Uang Mah Wajar Saja, Tetapi.... Aneh kan.

Tadi menyuruh berhenti jadi blogger. Sekarang bilang biasa.

Yah begitulah adanya. Ngeblog karena uang sudah merupakan hal umum dewasa ini. Banyak orang yang terjun ke blogosphere bukan sekedar niat berbagi atau sharing atau hanya ingin menumpahkan uneg-uneg saja.

Bisa dikata mayoritas mereka yang terjun ke dunia blogging di masa sekarang berhar…

Blog Gagal Itu Seperti Apa?

"Blog Anda blog gagal kalau dalam 3-4 bulan pertama pengunjungnya hanya mencapai 250 orang per hari"
Tolong jangan tersinggung dulu. Bukan saya yang mengatakan demikian. Kutipan ini saya ambil dari sebuah blog yang dikelola seorang blogger yang berpenghasilan hampir US$ 3000/bulan.

Cukup juga kagetnya. Pasti lah melongo mendengar ada blogger Indonesia bisa berpenghasilan sebegitu besar. Tiga ribu dollar sama dengan 39 juta rupiah, memang besar sekali. Gaji saya sebagai pegawai mah lewat.

Dan, kalimat itu saya kutip dari blognya. Kurang lebih demikian.

Bukan sebuah hal baru sebenarnya. Beberapa blogger yang sudah ditahbiskan masuk dalam kategori "sukses" atau "terkenal" juga sudah memberikan indikasi yang kurang lebih mirip. Bedanya hanya dalam rentang waktu yang dipergunakan.

Ada yang memberi batasan kalau umur blog sudah setahun, tetapi pengunjungnya masih di bawah 1000 Pengunjung Unik perhari, maka gelar BLOG GAGAL menjadi milik blog itu.

Begitu katanya…

Artikel Panjang vs Artikel Pendek : Mana Yang Lebih Baik? Tidak Ada !

Kalau melihat perdebatan di dunia blogger tentang mana yang lebih baik antara artikel panjang dan artikel pendek, rasanya seperti melihat pertarungan abadi.

Abadi karena "pertarungan" tersebut seperti tidak berkesudahan. Tidak ada hentinya.

Kedua kubu sepertinya enggan untuk melepas begitu saja kesempatan untuk merendahkan pihak yang kontra. Mereka mengeluarkan berbagai tulisan yang menunjukkan kehebatan jalan yang mereka pilih, sekaligus menjatuhkan jalan yang dipilih pihak lain.

Seru.

Seperti pertarungan dua salesman pabrik kecap. Keduanya akan selalu mengatakan kecapnya no 1. Memang tidak ada kecap yang mengaku sebagai nomor 2, semuanya no 1.


Jadi Mana Yang Lebih Baik : Artikel Panjang atau Artikel Pendek? Saya akan mengambil dua analogi untuk membantu memperjelas tentang fungsi dan peran kedua kategori artikel ini.

Yang satu tentang penjual/salesman kecap dan jeruk vs duren untuk menggambarkan tentang pergulatan di dua kubu blogger ini.

Cobalah kita bayangkan sedikit.

An…