Langsung ke konten utama

Pos

Blogger Bertanggungjawab Terhadap Banyaknya Blogger Yang Frustrasi

Pasti banyak yang misuh-misuh nih membaca judulnya. Siapapun tentunya tidak akan mau disalahkan atau dianggap sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap sesuatu keburukan. Blogger frustrasi tentunya bukanlah sebuah hal yang "baik" dan buruk.

Meskipun demikian, kenyataannya demikian. Para blogger, terutama blogger tutorial atau yang membahas tentang cara ngeblog adalah yang bertanggungjawab terhadap lahirnya blogger-blogger frustrasi.

Kok bisa demikian?

Coba lihat saja kebanyakan judul yang ditemukan

1. Tips dan Trik ampuh meningkatkan pengunjung sampai 10000 dalam sebulan
2. Cara ampuh supaya di-approve Adsense
3. Cara cepat mendatangkan pengunjung yang banyak

Bisa terlihat mengapa saya katakan demikian?

Pertama : Dari blogger, Oleh Blogger, dan Untuk Blogger
Pembaca dari tulisan-tulisan tersebut adalah orang-orang yang bergelut atau setidaknya ingin memasuki blogosphere. Paling tidak mayoritas.

Jadi, pembaca tulisan-tulisan tentang cara ngeblog adalah kaum blogger juga da…

Blogger dan Kacamata Kuda

Pernah melihat delman? Pastilah sudah pernah. Tetapi, pernahkah kita paham mengapa kuda penariknya diberikan semacam penutup di bagian matanya, yang biasa disebut kacamata kuda?

Tujuannya sederhana sebenarnya, yaitu agar kuda tersebut mudah dikendalikan oleh sang sais delman. Jika sang kuda tidak diberi kacamata penutup, ada kemungkinan ia berlari ke arah tujuan yang tidak diinginkan oleh sang sais.

Dengan mata yang tertutup sang kuda hanya bisa tergantung pada sinyal yang diberikan oleh sang kusir lewat tali kekang.

Itulah gunanya penutup mata, atau kacamata kuda.

Nah, pernahkah Anda merasa ketika membaca sebuah tulisan pada sebuah blog yang sepertinya "mengarahkan" Anda pada sesuatu, bisa saja sebuah produk atau pendapat atau pandangan? Pastilah. Kebanyakan tulisan pada blog memang bersifat subyektif dan memang ingin agar Anda mengikuti apa yang dilakukan oleh sang blogger penulisnya.

Itu memang ciri khas dari tulisan para blogger.

Tetapi, tidak semua blogger.

Banyak blog…

Jangan Membodohi Pembaca Dan Menakut-Nakuti Mereka

Pernahkah membaca kalimat-kalimat seperti ini di saat Anda mengunjungi blog tentang blogging tutorial

1. Kalau loading laman website lebih dari 3 detik, pengunjung akan kabur dan tidak akan kembali
2. Menulis setiap hari adalah kesalahan karena tidak ada kesempatan berinteraksi dengan pengunjung
3. Lakukan editting berulangkali, karena typo bisa menyebabkan pengunjung malas membaca dan tidak mau kembali ke blog

Pasti lah pernah. Ini adalah standar tutorial yang diajarkan entah oleh internet marketer atau blogger yang membahas tutorial ngeblog.

Tidak kah terlihat sebuah usaha dari yang menulis untuk "menakut-nakuti" disini? Tidak ada blogger yang ingin pengunjungnya kabur, jadi mereka akan terus berusaha supaya kecepatan loading laman blog mereka secepat si Flash.

Padahal, benarkah faktanya demikian? Tidak begitu. Memang semakin cepat semakin baik, tetapi kalau sebuah blog loadingnya agak lama, tidak serta merta pengunjung akan langsung kabur dan tak kembali.

Contoh sederhan…

Menulis Memerlukan Membaca, Membaca Memerlukan Tulisan

Membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang selalu hadir bersamaan. Tidak pernah salah satunya bisa dilakukan tanpa harus melakukan yang lainnya.


Cobalah sendiri. Bisakah Anda membaca tanpa kegiatan menulis? Menurut Anda bisa, tetapi menurut saya tidak. Buku, koran, majalah, blog adalah hasil dari menulis. Bagaimana bisa Anda membaca kalau tidak ada yang menulis.artikel. Begitu juga sebaliknya, bisakah Anda menulis tanpa membaca? Jangan harapkan bisa karena huruf-huruf yang harus dirangkai harus dibaca sebelum ditulis.

Memang itu ada sejak awal lahirnya huruf pertama di dunia, yaitu huruf Paku. Kegiatan membaca dan menulis lahir secara bersamaan, seperti anak kembar yang tidak pernah terpisahkan.

Berpikir sebaliknya atau mencoba memisahkan kegiatan tersebut adalah sebuah kesalahan besar, SANGAT BESAR malah.

Seorang penulis, blogger, wartawan atau apapun ayng terkait dengan dunia tulis menulis harus menyadari hal ini karena mereka bergelut di dalam dunia menulis. Mereka harus j…

Menggunakan TOP LEVEL DOMAIN Tidak Selalu Menunjukkan Keprofesionalan

Para mbah-mbah blogger (atau bloger yah?) banyak yang bersabda dalam kitab-kitab wejangan online mereka tentang pentingnya menggunakan ajian yang namanya TOP LEVEL DOMAIN. Berdasarkan pengamatan mereka penggunaan ajian ini akan membuat para santri menjadi terlihat sakti mandraguna, alias profesional dalam bahasa sekarang.

Tentunya, jika terlihat profesional, tentunya akan meningkatkan keyakinan orang lain bahwa para santri adalah seorang yang sangat paham dan ahli dalam bidang yang dibahas. Mbah-mbah blogger yang memberikan wejangan seperti ini tidak terhitung banyaknya, mulai dari yang benar-benar sudah mbah-mbah hingga para santri yang menganggap dirinya sudah menjadi mbah-mbah, padahal pipis saja belum lurus.

Semuanya menyerukan "Hei dunia, pergunakan TOP LEVEL DOMAIN" dengan begitu kamu menjadi terlihat profesional.


Tetapi benarkah penggunaan TOP LEVEL DOMAIN berarti Anda akan terlihat profesional dan ahli?

Jika itu ditanyakan sekitar 10-15 tahun yang lalu, saya akan men…

Ini Lo Yang Bisa Membuat Semangat Ngeblog Tetap Terjaga

Manusia ya tetap manusia. Suatu waktu, meskipun sudah melakukan berbagai cara, kebosanan dan kejenuhan akan hinggap di hati. Tips dan trik apapun terkadang sama sekali tidak mempan, tetap saja ketika rasa bosan sudah menggunung, bahkan untuk sekedar membuka komputer saja rasanya lebih berat daripada disuruh ngangkut beras sekarung.

Untungnya, terkadang Tuhan memiliki jalan sendiri untuk mengingatkan kepada kita untuk tetap konsisten pada jalan yang ditempuh. Datangnya sering tidak terduga darimana. Meskipun hanya sebuah hal kecil dan datang dari orang yang tidak dikenal, hal itu bisa membuat semangat ngeblog tetap terjaga.

Contohnya, seperti yang didapat pada blog utama saya Lovely Bogor, seperti di bawah ini.


Kalimat-kalimat singkat dari seorang tak dikenal (wlaau emncantumkan namanya). Tidak juga tahu darimana asalnya dan bagaimana caranya dia bisa menemukan blog kecil saya itu.

Tetapi, ia mengatakan bahwa ia merasakan "manfaat" dari apa yang ditulis pada blog itu.

Tahu ra…

Cara Menurunkan Bounce Rate Dengan Menulis Pendek-Pendek Saja

Bertentangan lagi? Tidak juga. Memang banyak sekali teori yang dikemukakan para pakar SEO (Search Engine Optimization) tentang cara menurunkan bounce rate pada suatu blog atau website. Teorinya panjang-panjang dan detail sekali.

Kebanyakan dari mereka mengajarkan untuk menulis tulisan berkualitas, membuat tulisan seperti list/daftar, di atas 1000-2000 kata, dan seterusnya.

Salah kah demikian? Entahlah, saya malas mencobanya.

Jadi saya tidak peduli dong kalau pengunjung datang ke blog dan hanya membuka satu halaman lalu pergi? Yah, disebut peduli ya peduli, disebut tidak ya tidak. Saya sudah putuskan untuk menjalani kegiatan blogging tanpa harus banyak berteori saja.

Walaupun demikian, bukan berarti saya tidak mencoba agar pengunjung mau setidaknya membaca 2-3 halaman dari blog-blog yang saya buat. Tentunya, kalau mereka betah, saya juga akan merasa senang.

Sayangnya saya malas sekali harus menulis dengan cara yang sama terus menerus. Tidak nyaman kalau harus menulis ala guru dan maste…