Skip to main content

Posts

Dalam Hal Ini Seorang Blogger Sama Dengan Seorang Karyawan di Kantor

Banyak yang mengatakannya berbeda. Dan, memang jelas tidak sama. Hanya saja, setelah menjalani kehidupan di dua sisi, dengan kata lain, kedua-duanya, sebagai seorang karyawan dan seorang blogger, saya menemukan bahwa dalam beberapa hal seorang blogger sama dengan seorang karyawan di kantor.

Tentunya bukan dalam hal penghasilan. Bagaimanapun pada sisi yang satu inilah terletak perbedaan paling mendasar antara kedua profesi tersebut, kalau memang kata blogger bisa dikaitkan menjadi sebuah profesi resmi. Seorang karyawan jelas mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan atau minggu, dan sebaliknya seorang blogger, kalau memang ia mentargetkan uang tidak akan mendapatkan penghasilan tetap. Apa yang didapatnya tidak menentu dan tergantung banyak hal.

Walaupun demikian, dalam setidaknya dalam 5 hal ini, ada kesamaan seorang blogger dengan seorang karyawan.

Tidak percaya? Silakan lihat di bawah ini dan tolong katakan jika saya salah.

Yang Membuat Seorang Blogger Sama Dengan Seorang Karyawan …

Belajar Ulang Dari Indri Lidiawati : Hari Ini Saya Baca Ulang Lebih Dari 100 Artikelnya

Tidak terasa, Hingga waktu istirahat kantor lewat, mata saya masih terpaku pada layar monitor dan jari masih menekan tuts ke tombol "older posts" di blog Juragan Cipir. Sudah lebih dari 100 halaman atau artikel yang dibaca selama itu. Untungnya artikel-artikelnya pendek-pendek, jadi saya bisa membaca banyak selama waktu istirahat yang tidak panjang itu.

Memang heran karena blog Juragan Cipir, kepunyaan Mbak Indri Lidiawati sendiri sudah lama sekali tidak diupdate. Rasanya sudah hampir 6 bulan sejak artikel terakhir diterbitkan di blog tersebut. Setelah itu tidak ada lagi tulisan baru yang masuk, baik dari si empunya atau para rekan sesama blogger.

Situasinya sudah agak mirip kuburan karena perlahan tapi pasti forumnya pun ikut terimbas dan tidak ada lagi percakapan tentang apapun. Padahal dulu banyak sekali tanya jawab tentang Adsense atau blog.


Meskipun demikian, tetap saja saya rutin, setidaknya secara berkala datang berkunjung kesini. Saya paham bahwa tidak akan ada apap…

Bagaimana Cara Menulis Cepat ? Ternyata Sederhana

Jumlah artikel dalam sebuah blog sangat erat kaitannya dengan jumlah pengunjung yang datang ke sebuah websita atau blog. Banyak blogger tutorial Indonesia yang mengatakan bahwa kecepatan menghasilkan tulisan tidak penting, tetapi pengalaman Linda Ikeji dan Pete Cashmore (Mashable) menunjukkan hal yang berbeda, banyaknya artikel memegang peranan sangat penting bagi keberhasilan mereka.

Untuk itulah kemampuan menulis cepat merupakan salah satu kunci dari keberhasilan sebuah blog. Pete Cashmore menulis 1-5 artikel perhari saat ia memulai Mashable dan Linda Ikeji, jangan tanyakan, karena ia mampu menulis di atas 20 tulisan tiap harinya. Tentunya ada juga blogger Indonesia yang mampu melakukan itu, ingat Indri Lidiawati dengan blog Juragan Cipirnya.

Nah, tetapi ternyata meniru mereka, bagi banyak orang sangatlah sulit. Mereka menemukan banyak sekali hambatan untuk mengembangkan kemampuan menulis dengan cepat.

Saya sendiri pada awalnya merasakan hal yang sama. Berat sekali rasanya menghasi…

Belajar Dari Pete Cashmore , Pendiri Mashable

Ganteng. Bahkan, saya sebagai cowok sekalipun mengakui bahwa sosok dalam foto di atas masuk dalam kategori yang akan disukai para wanita. Keren.

Tetapi, bukan itu yang membuat fotonya dipajang dalam artikel ini. Jauh dari itu dan saya bukan penyuka sesama jenis.

Foto di atas adalah foto dari Pete Cashmore. Bagi masyarakat awam tentunya nama itu tidak setenar Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook. Hanya saja, karena saya seorang blogger orang dalam foto ini berperan penting karena saya banyak belajar darinya.

Pete Cashmore adalah pendiri dari sebuah blog terkenal bernama MASHABLE. Menurut Tehcnoratti, blog tersebut termasuk dalam 10 blog paling berpengaruh di dunia.

Blog yang awal mulanya membahas tentang teknologi sudah berkembang menjadi sebuah media yang berisikan banyak artikel bertema taknologi hingga lifestyle atau gaya hidup. Pengunjung blog ini lebih dari 1-1.5 juta orang perharinya. Sebuah angka yang membuat ternganga mengingat diawali dari kamar tidur rumahnya.

Perjalananny…

Perbedaan Mencolok Antara Blogger Indonesia dan Blogger Luar Negeri

Ada satu perbedaan mencolok, dan sangat terasa, antara para blogger Indonesia dan blogger dari luar negeri, terutama yang berasal dari negara maju. Sesuatu yang seperti tidak terlihat tetapi sangat terasa.

Kesan ini timbul setelah membaca entah berapa ribu artikel yang ditulis para blogger dari negeri seberang dan entah berapa ratus atau ribu laman buah tangan para aktivis ngeblog dari negara sendiri.

Perbedaannya ada pada kata "menggurui".

Blogger luar negeri cenderung bersikap santai dan memposisikan dirinya pada level yang sama dengan pembacanya. Tulisan-tulisan mereka sangat informatif, tetapi yang membacanya tidak merasa dirinya sebagai orang yang sedang diberi ilmu.

Bahasa yang dipergunakan sangat interakfif dan luwes, apalagi mereka yang sudah menjadi blogger kawakan. Kalimat demi kalimat yang disusun begitu luwes dan seperti menggugah orang untuk terlibat.

Mereka bisa memberikan kesan dirinya seorang profesional di bidang yang digelutinya, bahkan tanpa mengatakan di…

Kalimat Pembuka Paling Tidak Efektif : "Pada artikel ini saya akan menjelaskan....."

"Pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang... bla bla bla bla". Berapa kali Anda menmukan kalimat seperti ini di paragraf pembuka sebuah artikel di dunia maya? 10? 20? 30? Kalau saya sendiri, mungkin karena sudah terlalu sering berkelana di dunia maya, rasanya sudah lebih dari 100 kali menemukan kalimat pembuka seperti ini.

Dan, apa yang biasanya saya lakukan? Sekarang sih, saya hanya menekan tombol close atau back saja. Langsung ketertarikan saya mencapai titik nol dan memilih untuk tidak melanjutkan membaca. Kalaupun terpaksa, karena butuh biasanya, saya akan melewatkan paragraf pembuka dan beberapa paragraf setelahnya.

Sebagai sesama blogger, yang tentunya sangat mengerti bahwa kalimat pembuka adalah sesuatu yang sangat penting untuk menarik perhatian pembaca, saya melihat penggunaan kalimat pembuka seperti ini sama sekali tidak efektif dan jauh dari kesan menarik.

Mungkin akan dianggap berlebihan, tetapi memang itulah adanya.

Sederhana saja alasannya.

1. Tidak efis…

Maafkan Saya! Ternyata Saya cukup Mampu Membuat Artikel Yang SEO Friendly

Iya, saya harus minta maaf untuk itu. Cuma karena ingin tahu saja. Selama ini saya sangat anti pemakaian SEO dalam penulisan artikel dan sebagai hasilnya, plug inYoast SEO yang terpasang di beberapa blog Wordpress hampir bisa dikata "nganggur" tidak ada fungsinya sama sekali.

Hanya karena saya malas ngutak-ngatik sesuatu yang sudah berjalan dengan baik saja, plug in itu tidak diuninstall.

Nah, banyak orang menduga kalau hal itu saya lakukan karena saya tidak memahaminya dan tidak tahu cara memanfaatkannya. Padahal sebenarnya tidak. Selama ngeblog, bodoh lah saya kalau tidak belajar tentang berbagai tips dan trik SEO dan mencoba memanfaatkannya.

Hanya saja, karena saya lebih mengutamakan pada pengembangan diri dan penulisan saja, maka keputusan untuk mengabaikan SEO itu lahir. Memasukkan berbagai teknik SEO dalam penulisan terasa sekali sangat menghambat dan mengganggu. Jadi, saya putuskan untuk mengabaikan.

Kebetulan sedang iseng, setelah membaca-baca berbagai saran dari par…